Met datang ing dunia Maia "HaZzRoCK", "Barokah yang Baek harapan seorang Ayah. HaZzRoCK sebuah singkatan Manis dari sebuah Asma"
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Kemaren waktu abis magrib dapet Sms dari yanx tut,

"Yah, baca Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashir 70X ,jangan Lupa duanya ya.."

( aduuh, aku lupa hari ini malem 10, suro) makase yanx udah dingetin..
Btw klo sepuluh suro, tradisi Orang kudus biasanya membaca doa
حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير
dan membaca yasin gitu.
Aku jadi inget
TRADISI BUKA LUWUR DI MAKAM SUNAN KUDUS.
pada 1 Syura dimakan sunan kudus, kain penutup nisan , dan kain kelambu yang beradsa di area makan ( luwur) di lepas. dan digantim pada tanggal 10 suro.
Kemaren 9 Muharram ato syuro banyak diadakan pembacaan berjanji, Yang merupakan expresi kecintaan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Jam 12, aku meluncur ke sekitar menara melihat keadaan, Rupanya malem ini tidak seperti malam- malam biasanya.

Bersama dengan acara buka luwur 10 Suro, pihak menara membuat masakan buat khajatnya ini, bisanya menyembelih Beberapa ekor kambing ato kerbau. Nasi+daging yang diubungkus daun jati, ( sego Suro) yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat. biasanya Pada Melam 10 Suro ini, menjadi tradisi yang menarik, waktu aku kesana banyak orang berbondong mereka bukan hanya dari kudus, banyak juga berasal dari jepara demak dan Pati, Yang ikut meramaikan Buka luwur. Mereka rela menunggu walau, hujan mengguyur tetep semangat, dan mereka berharap mendapat Nasi, pada Keesokan harinya.


Waktu, aku cari artikel tentang BUKA LUWUR, aku nemuin di site http://www.liputan6.com





Read More..

MASJID MENARA KUDUS KESINAMBUNGAN ARSITEKTUR JAWA-HINDU DAN ISLAM

MASJID MENARA KUDUS KESINAMBUNGAN ARSITEKTUR JAWA-HINDU DAN ISLAM


SEBAGAI salah satu tempat awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, Kota Kudus banyak menyimpan peninggalan sejarah Islam. Salah satu yang terpenting adalah Masjid Menara Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid tersebut telah menjadi salah satu tempat bersejarah yang penting bagi umat Islam di Jawa.

MASJID yang menurut sejarah didirikan pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi ini memiliki nama asli Masjid Al-Aqsa. Konon, Ja’far Sodiq atau yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus pernah membawa kenangan berupa sebuah batu dari Baitul Maqdis di Palestina untuk batu pertama pendirian masjid yang diberi nama masjid Al-Aqsa. Masjid tersebut kemudian lebih populer dengan sebutan masjid Menara Kudus, merujuk pada menara candi di sisi timur bangunan utama.

Yang paling monumental dari bangunan masjid ini adalah menara berbentuk candi bercorak Hindu Majapahit, bukan pada ukurannya yang besar saja, tetapi juga keunikan bentuknya yang tak mudah terlupakan. Bentuk ini tidak akan kita temui kemiripannya dengan berbagai menara masjid di seluruh dunia.

Keberadaannya yang tanpa-padanan karena bentuk arsitekturalnya yang sangat khas untuk sebuah menara masjid itulah yang menjadikannya begitu mempesona. Dengan demikian bisa disebut menara masjid ini mendekati kualitas genius locy.


Bercorak Candi – Menara Masjid Kudus merupakan bangunan menara masjid paling unik di Kota Kudus karena bercorak Candi Hindu Majapahit. (Fotografer: Indra Yudha).


Bangunan menara berketinggian 18 meter dan berukuran sekitar 100 m persegi pada bagian dasar ini secara kuat memperlihatkan sistem, bentuk, dan elemen bangunan Jawa-Hindu. Hal ini bisa dilihat dari kaki dan badan menara yang dibangun dan diukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihat pada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen, namun konon dengan dengan digosok-gosok hingga lengket serta secara khusus adanya selasar yang biasa disebut pradaksinapatta pada kaki menara yang sering ditemukan pada bangunan candi.


Teknik konstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian kepala menara yang berbentuk suatu bangunan berkonstruksi kayu jati dengan empat soko guru yang menopang dua tumpuk atap tajuk. Sedangkan di bagian puncak atap tajuk terdapat semacam mustoko (kepala) seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa yang jelas merujuk pada elemen arsitektur Jawa-Hindu.

***
GH Pijper dalam The Minaret in Java (India Antiqua, Leiden, 1947) mengaitkan struktur bangunan Hindu Jawa pada menara tersebut, sebagaimana pernah diungkap sarjana JFG Brumund pada tahun 1868. Dikemukakan pula bahwa menara itu mengingatkan pada menara kul-kul di Bali. Adanya kesamaan dengan menara kul-kul Bali ini kembali ditegaskan AJ Bernet Kempers dalam bukunya Ancient Indonesia Art (1953).

Hampir semua pakar dan peneliti dari dalam negeri juga sepakat menara ini jelas bercorak bangunan candi atau menara kul-kul Bali. Ada yang menghubungkan bentuk menara itu dengan Candi Jago, terutama jika dilihat dari arsitektur dan kesamaan ragam hias tumpalnya seperti yang dilakukan Sutjipto Wijosuparto (1961). Ada pula yang menyamakannya dengan candi di Jawa Timur oleh Soekmono (1973), Candi Singosari oleh Syafwandi (1985), atau kul-kul Bali oleh Parmono Atmadi (1987).

Namun, Pijper mengungkapkan menara Masjid Kudus awalnya bukanlah asli milik masjid, melainkan bentuk bangunan candi dari zaman Jawa-Hindu yang digunakan dan disesuaikan kegunaannya sebagai tempat azan.

Lain halnya dengan ahli purbakala NJ Krom yang menyebutkan menara Masjid Kudus bukanlah bangunan Candi Jawa-Hindu. Menurut dia, bangunan itu memang memiliki corak candi, tetapi ia dibangun pada masa Islam dan sengaja diperuntukkan sebagai menara azan. Mungkin saja menara dibangun para tukang dan ahli bangunan Hindu sehingga bentuk bangunannya dipengaruhi secara kuat corak arsitektur Hindu (Krom, 1923: 294-295).

Pendapat Krom ini boleh jadi ada benarnya jika diamati detail ornamen bangunan menara yang hampir tidak ditemukan ragam hias berupa makhluk hidup. Artinya boleh jadi bangunan itu sudah disesuaikan dengan agama Islam yang cenderung menghindari adanya penggambaran makhluk hidup. Jika menara itu dibangun jauh sebelum masa Islam/sebelum masjid dibangun, tentu lebih logis jika ragam hias makhluk hidup bisa dengan mudah ditemukan seperti pada gapura Masjid Sendang Duwur di Jawa Timur.











Detail Menara
– Permukaan bidang menara yang tampak menjadi seni tersendiri dari penataan susunan material bata ekspos. (Fotografer: Indra Yudha)



Usia menara juga merupakan keunikan tersendiri, seperti diungkapkan Pijper bahwa Menara Kudus merupakan menara masjid tertua di Jawa. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada yang dapat memberi keterangan kapan waktu dibangunnya secara jelas.

Jika didasarkan inskripsi berbentuk Candrasengkala dalam tulisan Jawa di sebuah balok bagian atap menara yang berbunyi "Gapura rusak ewahing jagad", arkeolog Soetjipto Wirjosuparto membacanya sebagai tahun Jawa 1 (jagad), 6 (ewah), 0 (rusak), 9 (gapura), maka berbunyi 1609 tahun Jawa atau 1685 Masehi.

Wirjosuparto memperkirakan, menara masjid dibangun sebelum tahun 1685 karena keterangan ini menunjukkan rusaknya atap menara yang kemudian diperbaiki dan diperingati dengan inskripsi tersebut. Sementara AJ Bernet Kempers memperkirakan bangunan menara dibangun sekitar awal abad ke-16 tetapi diletakkan dalam tanda kurung yang dibubuhi tanda tanya. Karena tahun itu hanya merupakan perkiraan yang didasarkan atas petunjuk sejarah politik.

***

SELAIN menara, masih banyak elemen unik lainnya yang bisa ditemukan pada kompleks masjid dan makam ini. Jika ditelusuri, terdapat banyak elemen bangunan yang berulang di berbagai tempat. Itulah gerbang yang bentuknya juga menunjukkan kaitan sangat kuat dengan seni bangunan zaman pra-Islam. Gerbang-gerbang itu menandai dan memberi batas makna ruang profan dan sakral. Komposisi tata letaknya sungguh memberikan urutan sangat menarik.

Ada dua jenis gapura di kompleks ini, yakni Kori Agung dan Bentar yang keduanya mirip seperti gapura di Bali. Gapura jenis Kori Agung membentuk suatu gunungan pada bagian atasnya, sementara bentar membentuk laiknya gunungan terbelah. Kedua jenis seperti ini juga terdapat di kompleks Masjid Mantingan atau Masjid Ratu Kalinyamat di pesisir utara Jawa Tengah.

Yang luar biasa dari gerbang ini adalah adanya sepasang gerbang purba berbentuk Kori Agung yang justru terdapat di dalam ruang shalat masjid. Konon, itulah sisa gerbang Masjid Kudus yang asli yang disebut "Lawang Kembar".






Gerbang Kori Agung – Bentuk gerbang jelas mengingatkan gerbang-gerbang bangunan Hindu. Perhatikan sekuensialnya yang berkelok karena terdapat aling-aling yang juga biasa terdapat pada kompleks bangunan Hindu. (Fotografer: Indra Yudha)


Keunikan lain adalah beduk dan kentongan pada pendopo di bagian kepala menara. Peletakan benda-benda seperti itu merupakan tata letak yang tidak lazim di masjid-masjid Jawa tradisional. Karena alat-alat yang biasa ditabuh sebelum dikumandangkan azan itu hampir selalu diletakkan di pendopo masjid sebelah timur. Wajar jika hal ini memperkuat kaitan dengan menara kul-kul Bali karena pada menara kul-kul Bali biasanya tergantung kentongan di bagian kepala menara tepat di bawah atap.
Satu lagi yang tak kalah menarik adalah tempat wudu kuno dari susunan bata merah, dengan lubang pancuran berbentuk kepala arca berjumlah delapan buah. Jumlah ini konon dikaitkan dengan falsafah Buddha, yaitu Asta Sanghika Marga (delapan jalan utama) yang terdiri dari pengetahuan, keputusan, perbuatan, cara hidup, daya, usaha, meditasi, dan komplementasi yang benar





Pancuran Wudlu Kuno - Lubang pancuran kuno yang berbentuk kepala arca seperti ini terdapat pada tempat wudlu. Bentuk arcanya seringkali dikaitkan dengan kepala sapi yang diberi nama Kerbau Gumarang, karena binatang sapi dulunya diagungkan oleh orang-orang Hindu di Kudus. (Fotografer: Indra Yudha)

Sedangkan bentuk arca seringkali dikaitkan dengan kepala sapi bernama Kerbau Gumarang karena binatang sapi dulunya diagungkan orang Hindu di Kudus. Bahkan hingga sekarang meski mereka telah menjadi Muslim, masih memiliki tradisi menolak penyembelihan sapi yang konon warisan dari sunan kharismatik pencipta gending Mijil dan Maskumambang itu
.


****
Oleh: Bambang Setia Budi
published @kompas minggu 15 Juni 2003





Read More..

Setelah dari Telkom, perjalan berikutnya ke BALI
oiya sempat melewati Pembuatan Lumpur terbesar se Asia ( Lumpur lapindo ) he he he tanggulnya Lapis 3 ( yang kelihatan) mm.. banyak rumah-rumah sekitar pada di tinggal, sejenak membayangkan Bagaimana Lumpur lapindo Mm.. lagi lagi ku teringat kebesaran Alloh.. Tak ada yang tak mungkin di tanganNya.
Jalan di seberang bendungan sangat jelek, macet, kotor Bangeeet.
Mm... Syukur aku hidup di kudus. Alhamdulillah


Nyampe di Perlabuan sekitar jam 23.30, pas di kapal feri sekitar jam 00.00 langsung deh ambil Hp, telp si Yanx tut, sambil telepon bercerita , Bayangan bulan di bawah lautan tampak terang banget, mungkin ikan ikan pada kumpul di bawah bulan he he he dan kedap kedip mercu suar, sekitar 40 menitan kapal berlayar, dan nyampe ke pelabuan gilimanuk.



tujuan pertama ke bali, yaitu ke tanah Lot, sekitar jam 04.00 nyampe tanah Lot , waktu nyampe ga tau klo itu di tanah Lot aku pikir di Terminal ato di pemandian Umum, soalnya bisnya berhenti tepat di depan pemandian, he he he
langsung ambil sarung berfikir hendak shalat subuh.
di pemandian Umum langsung disuguhi MENU TOILET tarif Wudlu : 1000, Kencing : 1000, Buang air Besar : 3000 , Mandi : 3000. Gila bner mo pipis aja susah huuh.. Wah,
MM.. Bisnis TOILET lebih MENJANJIKAN daripada WARNET, heuu heuu huee huee
Bayangin aja pipis yang cuma 5 Menitan Ja Rp. 1000, Mandi,wudlu ga nyampe 1 jam Rp. 3000. Cuma cuci tangan ga da 2 Menit Rp. 1000. Wah!! Klo ngenet disini Rp. 2500 / jam iupun sepi Ga Kaya toilet ini.
cara kaya yang cepet he he he, segera Ganti Bangunan Warnet anda menjadi Toilet he he he
Berhubung tarif diatas, aku kodo' sekalian ee bukan kodo sholat, tapi kodo Mandi, pipis, Wudhlu.
Tapi Oon ya si Ulum, Ga pake cara yang aku pake, Dia bayar satu persatu Mandi : Rp 3000 + Kencing 1000 + wudlu 1000. jadi jadi total Rp 5000, padahal aku hanya Rp 3000.
he he sekaligus so lebih murah.
Setelah mandi nongkrong2 ma anak anak sambil ngopi2 he he
Nak anak pada kumpul sambil muter muter, cari warung yang cocok
Kali ini, terpisah menjadi dua kubu
Kubu I Aku,HaZz, paijo, Mawang, gosonk, ceplik, mawang, mandrak
Kubu II Taktung, Samba, Ucil, Nova, Ambon
mungkin karena Tantung dan Kawan kawan tergesa gesa jadi terpisah deh
Aku dan kawan2 psen kopi anget, dan menikmatinya di kala hawa terasa dingin banget ( bis mandi hiii hiii ZzzZzzz ) sedang ceplik dan madark pesen mie..
Nikmati sambil di temenin Anjing2 yang berkeliaran he he he
sesudah, itu kedua kubupun kembali bersatu ( cie ilee bersatu )

HaZz : Kemaja ja taktung?
Taktung : itu diwarung sebelah, ASEM!!^*%@R#*E@%
HaZz : kenapa ?
Taktung : Masa 2 Kopi, Nasgor dan Mie Rp 24000,- !!!
HaZz dan Kubu I : Kwaa Hawaa Huaa whuaaaa
Ceplik : aku juga pesen tapi gak Sampe segitu mLahe ...
Ambon : Waduuh waduh..
Kubu I : Huaa huhwaa whaa
Taktung : SUMPAH !! aku Gak ikhlas!! Gak.. Tadi Udah aku Telp Bapak aku, aku ga Ridho.. sampe mati!!!
Kubu I : Huaa huhauhuh Kwa wka kwa ( tawa anak anak tak ada habisnya )


sesudah itu kita pun berjalan ke Tanah Lot, wah seger pagi2 ke tanah Lot.. indah memang, pemandanganya....
aku, paijo, ulum pun Berpose pose untuk mengabadikan he he he
Setelah berkunjung rombongan pun Makan, Kali ini pertama Makan di Bali..
PIkiran yang muncul ?
Khalal ga Ya ?
Masaknya Pake MInyak Babi Gak Ya?
Ayamnya yang sembelih Pake Bissmillah Ga ya?
Mm.. Berhubung serba bingung, Tapi apa daya sudah laper
tyus niat aja!! BISSMILLAHIROMANIROHIM, ya Alloh gusti niat Maem Lillahitaala, jadikan Khalal bagiku Ya Alloh..
Mm.. dah ilang rasane mamang, tapi giliran di Maem, Masakane ko Rasane Aneh gini he he he untung ada Sambel Yang bikin doyan Maem he he he lansung ja tambah sambel he he he
Setelah ini Perjalan kemana ya...

Mm.... Tobi Continuuuu Lagii


Read More..

KKL ato Promosi, HaZz MANUSIA PD yang ANEH ( GOES TO BALI Part1 )

Dah lama ga pernah Online ga Posting Lage...
seminggu yang lalu aku KKL ke PT telkom surabaya. so seminggu ini Gaptek, ga pegang kompi ma internet.
Berangkat hari Rabu malem 23 Juli 2008, dengan bis Tour, 3 Rombonngan Kelas A, B, C
direncanakan berangkat jam 19.00 WIB seperti biasa super Moloooooooor sampe jam 21:00.
Seperti biasa awal berangkat, Pakean Bagus2 tampak semangat semua..
setelah dateng bisnya, ternyata bisnya yaa lumayan, gak mengecewakan.. absen, tyus berebut cari posisi, (aku seh teserah si paijo, gue duduk ma paijo) tapi.. emang dy sugestinya kuat, gak mo duduk di atas roda ( yaa klo mang di atas roda beneran aku ra ga mo!! he he he)
sekitar jam 5 udah nyampe di surabaya, kita transit di wisma depan universitas kedokteran apa gitu di sby, setelah makan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke PT. TELKOM SURABAYA,
Wah, menurutku kunjungan Gak tepat waktu!! cape capenya perjalanan malah cendereung pada tidur ( he he eh termasuk yang nulis ) Tyus dari pihak TELKOM juga cenderung menerangkan bukan pada Sistem Informasinya, cenderung pada PROMOSI produknya.

nie Yang Lucu, sehari sebelum keberangkatan ada rapat kamar, dan segala persiapan KKL salah satunya (waktu kunjungan di Telkom ntar pake Hem, celana Gelap) entah kenapa aku terlalu semangat ato emang pelupa, aku pake clena krem aku. he he he Walhasil, ketika transit abis mandi dan kumpul sejenak, ternyata aku gak nyadar yang pake bawahan terang hanya aku!!!! Gubraaaaak!!!!! HaZz edan... OOn..
dengan PD nya Aku jalan sana sini tanpa KUSADARI HATI, Aku diantara gerombolan Manusia, tetapi AKU YANG PALING ANEH.

untung si Paijo bawa celana hitam ( walo ada motif salip terbaliknya ) he he Makasee paijo...
tu bi continuuu..

Read More..